Membedah Revolusi Pendidikan Tiongkok, "Double Reduction"
Upaya Negara Mengembalikan Esensi Pendidikan dari Cengkeraman Kapitalisasi BEIJING — Sejak tahun 2021, lanskap pendidikan di Tiongkok mengalami perubahan seismik yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, negara dengan populasi terbesar kedua di dunia ini mengambil langkah radikal: melarang bisnis dalam pendidikan dasar. Bagi Beijing, pendidikan adalah instrumen keadilan sosial, bukan komoditas yang bisa diperdagangkan di bursa saham. Sebuah Paradigma Baru: Pendidikan Sebagai Barang Publik Pemerintah Tiongkok melalui kebijakan “Double Reduction” (Shuang Jian) menegaskan bahwa sekolah bukan lagi tempat mengejar keuntungan. Melalui Dekrit Dewan Negara No. 741, aturan main berubah total. Pendidikan wajib sembilan tahun (usia 6–15 tahun) kini steril dari pengaruh modal asing dan kepemilikan swasta yang berorientasi laba. Secara humanis, kebijakan ini lahir dari keluhan jutaan orang tua yang terjebak dalam "perlombaan senjata" p...